Lawan Ancaman Trump, 128 Negara Pastikan Dukung Palestina

Dalam pidato publik hari Rabu (6/12) lalu, Presiden Amerika Serikat yakni Donald Trump melakukan hal mengejutkan di mana dirinya mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Tak cuma itu saja, Trump juga berencana memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Meskipun begitu, Trump menegaskan jika hal ini tidak melunturkan komitmen AS pada upaya perdamaian Israel-Palestina.

 

Apa yang dilakukan Trump ini menjadikan AS sebagai negara pertama di dunia yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memicu konflik global. Berbagai negara langsung mengecam langkah Trump termasuk Presiden Joko Widodo yang menyebutkan kalau Indonesia selamanya ada untuk mendukung Palestina. Bahkan warga Nasrani dan Muslim di Palestina ikut melawan Trump. Tak mau ketinggalan, Paus Fransiskus menyerukan kalau tindakan Trump ini bisa memperumit proses perdamaian Israel-Palestina.

 

Meskipun begitu, Perdana Menteri Israel yaitu Benjamin Netanyahu berharap jika negara-negara Eropa mengikuti langkah AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota negara Yahudi itu. Uni Eropa sendiri mengkritik keras keputusan AS. Hingga akhirnya Majelis Umum PBB menggelar voting pada hari Kamis (21/12) waktu setempat. Di mana hasilnya sebanyak 128 negara termasuk Indonesia mendukung resolusi PBB yang menolak keputusan AS soal Yerusalem sebagai ibukota Poker terpercaya Israel dan meminta AS mencabut keputusannya.

 

Sebuah Pukulan Memalukan Bagi Amerika Serikat

Dalam voting PBB, total anggota yang terlibat ada 193 negara. Dengan 128 negara mengecam aksi Trump yang memperlihatkan kalau AS bukanlah negara dikuasa lagi. Bahkan hasil voting bisa disebut sangat memalukan AS, mengingat ada 22 negara Uni Eropa yang mendukung resolusi PBB dan mayoritas adalah sekutu AS. Ke-22 negara itu adalah Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Austria, Belgia, Bulgaria, Yunani, Denmark, Siprus Yunani, Estonia, Finlandia, Irlandia, Belanda, Luxembourg, Lithuania, Malta, Portugal, Swedia, Slovakia dan Slovenia.

 

Voting Majelis Umum PBB ini digelar setelah AS menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan rancangan resolusi DK PBB yang meminta AS mencabut klaim atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Resolusi PBB ini disambut gembira oleh pemerintah Palestina yang membuktikan kalau masyarakat internasional mendukung perjuangan rakyat Palestina.

 

“Kami akan terus melanjutkan upaya-upaya kami di PBB dan di semua forum internasional untuk mengakhiri pendudukan ini dan untuk mendirikan negara kami Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya,” jelas Nabil Abu Rudeina, juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas seperti dilansir media Turki, Anadolu Agency.

 

AS Berikan Komentar Keras

Sebelum voting PBB digelar, Trump mengeluarkan ancaman kepada negara-negara yang menentang AS. Bahkan dirinya tak segan bakal memangkas dana bantuan bagi negara-negara pendukung Palestina, “Mereka mengambil jutaan bahkan miliaran dolar dan mereka memberi suara yang menentang kita. Biarkan mereka bersuara menentang kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tak peduli,” ungkap Trump arogan.

 

Dan tampaknya ancaman Trump itu tidak dipedulikan oleh ratusan negara anggota PBB. Tercatat hanya sembilan negara yang mendukung aksi Trump yakni Guatemala, Honduras, Marshall Islands, Micronesia, Nauru, Palau, Togo, AS dan tentunya Israel. Atas hasil voting itu, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengeluarkan pernyataan keras.

 

“Amerika akan mengingat hari ini. Kami akan tetap menempatkan kedutaan di Yerusalem, tak ada voting di PBB yang akan membuat perbedaan soal itu. Namun voting ini akan membuat perbedaan tentang bagaimana Amerika melihat PBB dan bagaimana kami melihat negara-negara yang tidak menghormati kami di PBB.”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018: Corsica Movie | Travel Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress