Film Satu Suro: Menelusuri Misteri di Tahun Baru Makhluk Gaib

Satu lagi film horror yang turut serta meramaikan bioskop Indonesia di awal tahun 2019.Film tersebut ialah Satu Suro (2019) yang mengambil kisah dari mitos Jawa.Meskipun dalam film ini, seperti kebanyakan film horror Indonesia lainnya yaitu merupakan pengembangan dari kisah-kisah yang telah ada, menawarkan beberapa efek menarik yang masih jarang ditampilkan.

Plot hampir mirip dengan film Asih (2017)

Satu Suro merupakan film horror yang disutradarai oleh Anggy Umbara dengan Rumah Produksi Pichouse Film dan Umbara Brother Film. Setelah berhasil menggarap film Suzzanna: Bernafas dalam Kubur (2018) bersama dengan Rocky Soraya, Anggy kembali menampilkan film horror garapannya. Anggy Umbara sendiri merupakan sutradara kawakan yang pada mulanya menggarap film-film komedi yang laris di pasaran.Beberapa film togel online terpercaya yang digarap olehnya yaitu Mama Cake (2012), Seri Comic 8 hingga Warkop DKI Reborn.

Film ini menceritakan tentang pasangan muda yang diperankan oleh Dinda yang diperankan oleh Citra Kirana dan Bayu yang diperankan oleh Nino Fernandez. Pasangan muda tersebut pindah tempat tinggal ke daerah pegunungan yang jauh dari pusat kota. Tempat tinggal baru pasangan tersebut merupakan sebuah rumah besar yang terlihat suram.

Kemudian dikisahkan bahwa Dinda yang tengah hamil tua sedang mempersiapkan kelahiran anak mereka. Karena pekerjaan Bayu yang berada di kota, ia harus meninggalkan Dinda sendirian di rumah baru mereka. Semenjak menempati rumah tersebut, Dinda yang sering ditinggal pergi suaminya untuk bekerja sering mendapatkan gangguan aneh yang kemudian membuat keduanya menjadi tidak tenang.

Kisah tersebut hampir mirip dengan film horror yang tayang pada tahun 2017 yaitu Asih.Dalam film tersebut juga dikisahkan mengenai pasangan muda yang mengalami petualangan mistik ketika tokohnya sedang mengandung. Kesamaan lainnya yang terdapat dalam kedua film ini yaitu pemeran utama perempuan yang diperankan oleh satu aktris yang sama yaitu Citra Kirana. Dalam kedua film ini, Citra memerankan tokoh perempuan yang sedang mengandung anak pertama. Selain itu, kedua film ini jga menampilkan latar belakang waktu yang sama yaitu pada sekitar tahun 90-an.

Menggunakan mitos Jawa sebagai kisah utama

Film Satu Suro mengambil sebuah tema besar yaitu mengenai penanggalan yang ada di Jawa.Mitos yang berkembang di dalam masyarakat Jawa yaitu mengenai malam Satu Suro yang dianggap sebagai malam keramat karena mempunyai energi mistik yang lebih dibandingkan dengan malam yang lainnya.Penggunaan mitos Jawa ini juga terlihat kuat dari judul yang dihadirkan oleh sutradara.

Selain itu, pada bagian awal film, sutradara juga menghadirkan teks yang menjelaskan bahwa malam Satu Suro merupakan malam Perayaan tahun Baru bagi makhluk halus. Meskipun judul yang dihadirkan sama dengan judul yang diperankan oleh mendiang Suzzanna, kisah yang dihadirkan di dalamnya bukan merupakan remake dari film Malam Satu Surotahun 1988.

Seperti pada kebanyakan film horror Indonesia lainnya, Satu Suro membangun latar waktu dan ruang film pada satu malam saja.Secara garis besar, Anggy sebagai sutradara menggunakan trik konvensional dalam menayangkan cerita ini.Namun dalam beberapa bagian film, sutradara kawakan ini menampilkan beberapa trik berbeda untuk membangun ketegangan dalam film.

Trik tersebut terlihat ketika Dinda terjebak di rumah sakit dan Bayu berada di dunia nyata.Dalam penyajiannya saat kejadian tersebut dibuat secara halus dan intens dengan tempo yang lambat.Kemudian untuk membangun ketegangan kisahnya, informasi yang ada seperti petunjuk ruangan dan tulisan di dinding mampu mendukung visualisasi dan intensitas di dalamnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2019: Corsica Movie | Travel Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress